Pengikut

Kamis, 19 Mei 2011

Ibu : Pilar Utama Penyeranta Potensi Anak


Notulensi Pengajian Parenting & Keluarga Islami –KPPA Benih

Ibu : Pilar Utama Penyeranta Potensi Anak
Oleh : dr. Marijati., Jum’at 13 Mei 2011

Judul itu sengaja saya pilih untuk merangkum materi pengajian yang keduakalinya dirintis oleh KPPA Benih sebagai salah satu program Benih Parenting Center. Disepakati setiap Jum’at pekan kedua dan keempat pengajian akan rutin diadakan dari rumah ke rumah. Kali ini dan insya Allah rutin akan diisi oleh Ustadzah dr. Marijati, pengasuh pengajian di MH FM dan pengisi rubrik keluarga, kesehatan dibeberapa media. Dengan gaya beliau yang bersemangat dank khas, kami menjadi begitu tertulari semangat. Dan atas permintaan banyak teman untuk menshare rangkumannya, izinkan saya mewakili BPC-KPPA Benih untuk menuliskannya kembali

Pada pendahuluannya, beliau menyampaikan bahwa dari pengalaman beliau terjun ke lapangan persoalan mendasar  pada perempuan dan nantinya istri atau ibu adalah berkutat pada tiga poin
  1. Peningkatan Kapasitas Diri
Pada umumnya perempuan mudah merasa ‘puas’ dengan apa yang telah dicapai. Sudah menikah, punya ana, nafkah cukup, tidak banyak masalah maka mereka gampanga mengatakan “Ah begini ini saja saya sudah lumayan”.

 Saya sendiri mengamini pendapat bu Marijati tersebut. Lihat saja majelsi-majelis ilmu tidak terlalu banyak dipenuhi perempuan-perempuan usia produktif (termasuk merintis pengajian ini, hee) Para perempuan sangat minim semangatnya dalam mencari ilmu dan meningkatkan kapasitas dirinya. Pantas saja batin saya, para perempuan banyak sekali yang merasa ‘wegah’ saat sudah memiliki putra, sudah merasa cukup dan nyaman dan enggan berproses pada kemajuan-kemajuan.

Tentang semangat meningkatkan kapasitas diri ini, dr.Marijati mencontohkan sosok Asma’ binti Abu Bakar yang hingga usianya 100 tahun semangatnya masih menggebu (tentang shahabiyah ini insya Allah akan saya share dalam catatan berbeda)

  1. Masalah Ekonomi
Masalah ekonomi memicu ketergantungan yang sangat. Kasus kekerasan dalam rumahtangga tidak banyak terungkap karena persoalan ketergantungan ekonomi, ibu atau ayah tega menjual anaknya atau mungkin tidak sengaja menyerahkan anak gadisnya untuk bekerja yang disangkanya bersama ‘orang  baik’ juga karena iming-iming ekonomi. Masalah inilah yang akan menjadikan problem rumahtangga berkait berkelindan

  1. Problem Pengasuhan Anak/ Tarbiyatul Awlad
Mengasuh dan mendidik anak-anak ternayat tidak bias seenaknya. Sebisanya apalagi ikut-ikutan trend. Inilah yang kemudian mengisnpirasi KPPA Benih untuk tahun ini focus menggarap masalah parenting dengan program-programnya.

Dalam pengisiannya, bu Marijati mengetakan bahwa mendidik anak-anak harus memiliki visi yang benar. Yang harus kita tanyakan pada diri kita saat mendidik anak-anak kita adalah
“Apakah anak saya SAMA dengan saya, LEBIH BAIK atau LEBIH BURUK dari saya?”  Jika kualitas anak kita hanya ‘sama’ dengan kita maka kita rugi.Jika lebih baik maka kita beruntung dan jika justru lebih buruk maka kita merugi.

Beliau mencontohkan bahwa kita memiliki ibu-ibu yang hebat. Ibu kita adalah contoh terdekat dalam mendidik kita. Para ibu dahulu mungkin tidak kenal apa itu multiple intelegent, misalnya tapi beliau mencontohkan “Ibu saya menyuruh saya les nari, deklamasi, baca tulis Qur’an…walaupun ibu hanya lulus SR “

Lalu, bagaimana menjadi ibu yang dapat meningkatkan kualitas anak-anaknya?
1.      Mampu Mengamati potensi anak, bukan Memaksa
Seorang ibu/ayah yang ingin anak-anaknya berkualitas harus mampu mengenali, meraba, menyeranta potensi mereka. Orangtua dan terutama ibu yang biasanya memiliki kedekatan harus bias menamati dan mengarahkan anak-anaknya.Tapi, bukan memaksakan kehendak dan keinginannya. Orangtua hanya berkewajiban mengawal dan memberikan bekal. Biarkan anak memilih dan tumbuh bersama potensi baiknya

2.      Mempunyai konsep bahagia yang benar untuk Kita & Anak Kita
Orangtua/Ibu yang baik akan memiliki konsep bahagia yang benar. Jika kebahagiaan dinilai dari anak yang sukses, jadi pejabat, misalnya, lalu bagaimana jika ibu/ayah belum sempat melihat anaknya jadi ‘orang’?Apakah kemudian ia tidak bahagia?

Konsep bahagia yang hakiki dan penuh optimis akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Mempersempit pandangan kebahagiaan dengan mengukurnya hanya sebatas materi akan membekas pada karakter anak kita.
           
            Sejak Kapan Kita Dapat melihat Potensi Anak?
            Jawabnya: Sejak kita memberi nama!
            Nama anak-anak kita adalah harapan yang tulus dari dalam hati kita dan pasangan kita. Nama anak kita menjadi ruh yang memiliki pengaruh terhadap kepribadian mereka. Maka memberi nama anak kita harus dibarengi dengan kepahaman terhadap makna dan ‘sejarahnya’.

Nama anak-anak kita akan menjadi motivasi untuk mendidiknya sesuai dengan namanya yang kita doakan.Inilah amanah kita agar potensi anak-anak kita segera kita kenal sejak kecil .Hmm… maka, Maha Benar Allah yang melarang kita memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, ya!

Demikianlah kurang lebih  rangkuman kajian Parenting & Keluarga Islami yang diadakan oleh KPPA BENIh. Semoga istiqomah dan nantikan share selanjutnya. Salam Inspiratif

Rabu, 28 Januari 2009

Profil Benih Cendekia

VISI

Membudayakan gemar belajar (membaca, menulis, berapresiasi) yang aktif, kreatif dan bermoral dikalangan anak-anak dan remaja

MISI
  1. menjadi fasilitator bagi anak-anak dan remaja untuk menggali kreatifitas dan membudayakan membaca sebagai kebutuhan
  2. menjadi fasilitator pendidikan alternatif yang menekankan pada pendidikan moral dan sikap mental positif di kalangan anak-anak dan remaja.

PROGRAM

Dalam aktifitasnya, sanggar Baca dan Kreatifitas Anak dan Remaja “Benih Cendekia” mempunyai agenda belajar sebagai berikut

A. Program Inti (untuk anak dan remaja)

1. Sanggar Baca

Merupakan program yang memberi keluasan pada anak-anak dan remaja untuk datang dan membaca apa saja yang mereka minati di perpustakaan mini yang sedang dirintis.

2. Sanggar Ekspresi Visual

Merupakan program untuk melatih daya imajinasi, melatih kepekaan dan kejujuran ekspresi anak-anak dan remaja terhadap apa yang mereka rasakan terhadap lingkungannya, keluarga, dirinya sendiri dengan menuangkannya dalam : karangan bebas, puisi, menggambar, mewarnai.

3. Sanggar Cerita Dan Diskusi

Merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai aqidah dan akhlak dikalangan anak-anak dan remaja melalui media cerita dan diskusi dengan teman sebaya (peer group). Output yang diharapkan adalah anak-anak dan remaja menjadi terbiasa untuk mengemukakan pendapat, menghargai pendapat orang lain dan mengetahui alasan dari setiap perilaku yang diambil. Program ini Insya Allah dilakukan setiap hari Ahad pukul 16.30-17.30

4 Free Day

Merupakan program “hari bebas” untuk anak-anak yang Insya Allah akan dibimbing oleh para volunteer. Mereka dapat memilih untuk membaca dan bermain apa saja, menulis, menggambar, berpuisi, dsb. Program ini kami laksanakan pada hari Ahad pukul 08.00-16.00. Dengan program ini kami juga mengusahakan untuk menjalin silaturahmi dengan orang tua

5. Ngobrol Santai Remaja

Merupakan program dwi mingguan yang membahas masalah-masalah seputar remaja. Insya Allah akan dilaksanakan berselang-seling antara remaja putra dan putri ataupun bersamaan. Dilaksanakan secara mandiri (oleh sanggar) maupun bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Tema yang dibahas menyesuaikan kebutuhan para remaja.

6. Ajang Kreativitas Seni

Merupakan ajang bulanan (kondisional) yang memamerkan karya anak-anak dan remaja dan juga unjuk kreatifitas di depan teman-teman, para volunteer, dan orang tua sebagai pengakraban dan menumbuhkan semangat untuk berprestasi dan melatih percaya diri.

7. Program Penulis Pemula

Program ini kami fokuskan pada remaja (usia 15-20 tahun) yang berminat untuk mendalami dunia jurnalistik. Program ini Insya Allah akan bekerjasama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Solo.

8. Kreatifitas daur ulang

Program ini ditujukan untuk mengasah ketrampilan dan menggali krfeatifitas anggota dengan memanfaatkan barang-barang bekas disekitarnya. Program ini dalam jangka panjang bertujuan untuk dapat memberikan kontri busi riil dalam kemandirian ekonomi sanggar dan anggotanya terutama untuk para remaja putus sekolah.

B. Program Penunjang

Merupakan program yang ditujukan pada para orang tua atau wali. Program ini dilakukan sebagai tambajan wacana dan bekal bagi para orang tua dalam mengasuh dan membimbing putra-putrinya di rumah, sebab pendidikan utama selalu DIMULAI DARI RUMAH.

Insya Allah setiap satu bulan sekali kami akan mengundang para orang tua anak-anak dan remaja yang menjadi pengunjung sanggar baca untuk berkumpul dan berbagi pengalaman mengasuh anak-anak mereka. Dengan program ini diharapkan data menjadi sarana untuk saling menerima diantara para orang tua.

METODE

Metode belajar aktif dan partisipatoris dengan menekankan pada pendidikan moral, penguatan aqidah dan kesadaran perilaku, merupakan pilihan metode yang kami gunakan untk mengelola sanggar baca dan kreatifitas anak dan remaja “Benih Cendekia”

SARANA-SARANA PENUNJANG

Perpustakaan Mini Non Komersial

Merupakansarana yang sangat vital bagi terlaksananya seluruh program yang kami tawarkan. Perpustakaan mini ini kami rintis sebagai perpustakaan non komersil, artinya tidak memungut biaya untuk mendapatkan laba secara financial.

Media Belajar

Merupakan sarana pendukung bagi setiap kegiatan-kegiatan yang membutuhkan partisipasi aktif para peserta untuk dapat berekspresi dan belajar secara aktif. Misalnya kertas/buku gambar, kertas lipat, pensil warna, spidol, buku tulis, metaplan, berbagai gambar dan permainan yang mendidik dan kreatif, dsb.

Tempat

Secara ideal, semestinya sanggar dibuat dengan desain tempat yang lebih luas dan benar-benar dapat menunjang keleluasaan anak-anak di sanggar kami dengan nuansa yang nyaman. Namun dengan keterbatasan tempat dan dana yang kami miliki, hal itu belum dapat diwujudkan

VOLUNTEER

Dalam mengelola sanggar, kami sangat mengharapkan partisipasi dan dukungan dari teman-teman mahasiswa, para laki-laki dan perempuan yang peduli terhadap permasalahan moral, pendidikan dan dunia anak/remaja dari berbagai disiplin ilmu.

Kami akan menerima dengan senang hati kerjasama dan keinginan siapapun untuk dapat bergabung menjadi volunteer di sanggar yang baru saja kami rintis ini. Adapun volunteer yang kami butuhkan adalah teman-teman yang berminat atau concern dalam bidang :
  • Pendidikan
  • Traning remaja
  • Psikologi
  • Kesehatan
  • Seni dan Sastra
  • Kerajinan tangan
DONASI

Mengingat sanggar ini benar-benar merupakan usaha non profit yang lahir dari sebuah keprihatinan untuk melakukan sebuah upaya perbaikan moral, mental dan mendidik kreatifitas anak dan remaja, maka kami berupaya untuk mengusahakan pembiayaan operasional dari diri kami masing-masing, seoptimal yang kami bisa.

Untuk itu, kami mengetuk nurani semua pihak yang berminat dan bersungguh-sungguh untuk mendukung kami dalam mengusahakan sarana dan prasarana yang mendukung usaha sanggar ini dalam mewujudkan cita-cita. Bentuk partisipasi/dukungan dapat berupa :

1. buku-buku pelajaran SD-SMA
2. buku cerita anak (pra TK) bekas-baru
3. majalah remaja Islam (Annida, Permata, Elfata,dsb)
4. novel Islami atau cerita-cerita yang mendidik (bekas/baru)
5. buletin remaja, bundel majalah
6. buku pengetahuan umum tentang pendidikan
7. alat-alat tulis
8. Alat-alat ketrampilan

Donasi finansial dapat disalurkan melalui rekening :

a.n Robiah Al-Adawiyah, BNI CABANG PASAR KLEWER No. Rekening : 280 2248-9

Dukungan juga dapat berupa kerjasama keilmuan, pelatihan dan sebagainya yang tidak mengikat selama sejalan dengan tujuan sanggar ini.

PENGELOLA

Ketua : Robi’ah al Adawiyah, SH
Sekretaris : Sofia Ningsih R.P.,S.IP
Bendahara : Wiwin Lestari, ST
Divisi Pengembangan : Andina Widiastuti, S.Ked
Lena Prihantari, S.Pd
Riana Kusumasari, A.md